12 Sep 2023 Humas Post Dibaca 120 kali

Penelitian "Analisis Bahaya Tsunami di Daerah Pesisir Jailolo Selatan Berdasarkan Data Paleotsunami" Menjadi Salah Satu Implementasi Kerjasama Universitas Khairun Bersama Universitas Gadjah Mada (UGM)

  Penelitian "Analisis Bahaya Tsunami di Daerah Pesisir Jailolo Selatan Berdasarkan Data Paleotsunami" dibidang Analisis Multirisiko Bencana Di Wilayah Pesisir Pantai Teluk Sidangoli  melibatkan Universitas Khairun dan Universitas Gadjah Mada. Kerjasama Penelitian ini merupakan implementasi dari perjanjian kerjasama yang telah disepakati bersama dalam nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing fakultas. [caption id="attachment_181" align="alignnone" width="768"] - Pengambilan data primer di teluk Sidangoli[/caption] [caption id="attachment_183" align="alignnone" width="768"] - Pengambilan data sudut kemiringan garis pantai dan litologi fisik pantai di teluk Sidangoli menggunakan drone[/caption] Pemodelan bahaya tsunami diolah dengan menggunakan software COMCOT menggunakan metode Shallow water Equation  yang menggabungkan berbagai parameter. Salah satunya adalah sudut kemiringan garis pantai yang diperoleh dari data UAV yang sudah diolah. Diperoleh nilai amplitudo maksimum tsunami untuk daerah penelitian yakni Desa Sidangoli, Jailolo Selatan  adalah 7 meter yang ditunjukkan dengan warna kuning pada gambar di bawah ini. Daerah ini diambil dengan melihat dari banyaknya penduduk yang bermukim di pesisir laut. Dari hasil diketahui bahwa semakin besar nilai amplitudo maka semakin besar tinggi gelombang, dan sebaliknya semakin kecil nilai amplitudo maka semakin kecil tinggi gelombang. [caption id="attachment_195" align="alignright" width="622"] - Sebaran nilai Amplitude maksimum tsunami dengan software COMCOT[/caption] Kejadian tsunami di masa lalu tidak menjamin bahwa tsunami tidak akan terjadi lagi di masa depan dengantinggi lebih dari kejadian masa lalu. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah variabel yang berubah setiap kali tsunami terjadi. Beberapa faktor penting yang perlu diperhitungkan saat tsunami adalah jarak dari sumber tsunami, geometri pantai, kedalaman sumber tsunami, dan perubahan geologi. Risiko tsunami di wilayah pesisir dengan lereng yang curam akan berpotensi lebih berbahaya dan parah saat terjadi tsunami. Oleh karena itu, lokasi-lokasi pesisir yang berlereng curam sering dianggap sebagai daerah yang berisiko tinggi terhadap tsunami khususnya Desa Sidangoli, Jailolo Selatan. Sistem peringatan dini yang efektif, perencanaan yang baik untuk mitigasi bencana, dan pendidikan masyarakat yang kuat tentang prosedur darurat dalam menghadapi bahaya tsunami sangat penting. Untuk melindungi keamanan dan keselamatan penduduk lokal di lokasi-lokasi tersebut, diperlukan pemahaman mengenai ancaman yang ditimbulkan oleh pantai yang curam, ujar ketua tim peneliti Dr. Rahim Achmad, M.Si.